Nadine POV. Aku menggeliat sebentar lalu membuka mataku karena mendengar suara tangis babyku. “Haus kali pih, sini nenen dulu” kataku berusaha bangun terduduk. Boy meringis melihatku kesulitan bangun terduduk sambil mendekat menggendong babyku. Mami dan bunda tidak ada, begitu juga ayah dan papi. “Kamu udah cukup belum bobonya, biar aku gendong aja” katanya dengan wajah cemas yang kentara. Aku tertawa sambil merebut babyku. “Kalo laper, gak akan berhenti nangisnya. Aku udah lumayan enakan kok” kataku lalu mencium putraku sebelum memberinya ASIku. “Astaga….langsung diam loh” komen Boy takjub. Aku tertawa. “Mami sama bunda kemana?” tanyaku. “Pulang dulu, untuk mandi dang anti baju. Mungkin sebentar lagi kembali dengan pasukan bebek” jawabnya. Aku tertawa lagi lalu meringis. “Ken

