Part 48 - Cemburu

1214 Kata

"Udah di anterin kan ke Nak Reon?" tanya Lilina menyelidik. Begitu pulang dari butik, langsung mencari keberadaan anak gadisnya. Laura mengangguk dengan mulut penuh camilan. Melirik malas pada Lilina. Padahal hanya bekal saja. Tapi Lilina begitu heboh. “Bagus. Terus udah sampein ucapan makasih Mama kan?” tanya Lilina lagi. Laura menjawabnya dengan anggukkan. Masih sibuk menikmati cemilan kesukaannya. “Terus Kamu lihat bekalnya dimakan apa engga?” tanya Lilina ketiga kalinya. Laura mendengus. Lilina ini kenapa sih. Lagian apa tadi, apa tugas Laura juga harus memastikan bekal itu berpindah pada perut Reon juga? Ya Tuhan, Laura tidak sepengangguran itu. “Ma, tugas Aku kan Cuma ngasih bekal titipan Mama aja. Lagian masalah dimakan atau gak ya itu urusan Dia. Bisa aja kan kalo Dia gak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN