Keesokan harinya, Laura menunggu Lilina yang sibuk menata makanan pada dua tempat makan yang berbeda. Mengisi dengan roti isi selai coklat serta beberapa potong buah. Juga s**u kotak rasa coklat. Laura menopang dagu. Melihat Lilina memasukkan tempat makan tadi ke dalam paper bag. "Ma, kok bawa dua?" tanya Laura bingung. Seingatnya, hanya Laura yang masih membawa bekal. Kedua abangnya memilih makan di kantin atau restoran dekat dengan kantor. "Oh, ini buat temen Kamu yang kemarin. Yang udah nolongin Kamu," jawab Lilina. Lilina memang sudah merencanakannya. Memberi bekal pada penolong putrinya kemarin. Sebagai ucapan terima kasih, ya walau tidak sebanding sama sekali. Laura mengangguk. Laura juga sudah berniat memberi sesuatu untuk Reon yang beberapa kali menolong dirinya. Dan Lilina

