|19| Pengantin yang Sakit

1516 Kata

"Tar ...." Panggilan lirih wanita yang dicintainya. Attar terlihat frustrasi, wanita itu mencekram lengan kemejanya. Setahun mereka berusaha, Attar bahkan menjual dua rumah sakitnya untuk pengobatan yang Annisa jalani dan praktek khusus yang Attar buat bersama Dokter kenalannya di Jerman demi hasil yang optimal. Tapi nihil, tak ada hasil. Penyakit rahim Annisa balik semakin parah. Seakan semua ini sia-sia. Di sebelah wanita itu, Attar menangis. Sesegukan keras, terdengar begitu ngilu di telinga Annisa. Menganggap dirinya sendiri tidak becus. Seorang dokter, tapi tidak bisa menyelamatkan wanita yang dia cintai. Menganggap dirinya begitu lemah, Attar hanya bisa menangis. "Tar ... tak apa kamu tidak bisa menolongku, aku memang tidak mau kembali ... aku tidak mau sembuh, aku tidak mau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN