Ini yang dilihat Hamza yang 'dahulu'. Seorang wanita berparas ayu dengan kibaran hijab yang membalut kepalanya. Terhembus oleh angin malam. Wanita itu berjalan sendirian di tepi trotoar, beranjak pulang dari masjid—sebuah tempat ibadah yang bahkan nyaris tidak pernah Hamza kunjungi, dahulu. Saat itu kesadaran Hamza terganggu oleh pengaruh alkohol, berjalan sempoyongan di balik punggung gadis itu. Jarak mereka cukup jauh, sambil menenggak alkohol langsung dari botolnya Hamza memerhatikan setiap hembusan angin yang mengibarkan helaian hijab yang dikenakan gadis itu. Sekalipun wanita itu belum berbalik, sekalipun Hamza belum dengan jelas menilai kecantikan wajahnya, saat itu juga hati Hamza sudah berdesir. Seiring dengan angin, terdengar samar-samar gadis itu berdzikir dengan nada gemetar,

