Bab. 11 - Kedatangan Teman

1950 Kata

Hati-hatilah bermain api Jika tidak pandai menjaga diri Api bisa menghangatkan saat dinyalakan sewajarnya Tapi bisa juga membakar jika terlalu banyak disirami bensin *** Dipta sedang duduk menyandar sofa di kamarnya. Menikmati hangatnya wedang jahe yang baru saja diantar oleh pelayan kamar. Ingatannya berputar ulang pada kejadian beberapa saat lalu. "Eh eh awas jatuh!" "Aduh!" "Panas!" Pelukan mereka tidak terkontrol dan malah membuat tubuh keduanya limbung tak beraturan. Parahnya lagi, tangan Tiara menyenggol teko berisi teh setengah panas dan menumpahkan air di dalamnya. Ia menjerit agak kepanasan merasakan paha mulusnya diterpa air walau sedikit, justru Dipta yang kena tumpahan lumayan banyak di bagian celana. Keduanya berusaha berdiri tapi lagi-lagi Tiara terpeleset dan ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN