“Kenzo!” Kenzo yang saat itu sedang memeriksa beberapa berkas pun langsung tersentak kaget. Dia mendongakan kepala, menatap ke asal suara. Melihat Ivanka yang datang dengan raut wajah masam membuat Kenzo membuang nafas lirih sembari mengelus d**a. Kalau saja Ivanka bukan wanita yang dicintainya, mungkin dia sudah membentak sejak wanita itu datang. Tapi kenyataannya, Kenzo masih tetap tenang dan duduk di kursinya. “Kenapa datang malah marah-marah?” tanya Kenzo dengan tatapan lembut. Dia bukan lagi pria yang selalu berkata ketus. “Aku ingin membuat perhitungan denganmu,” jawab Ivanka. “Perhitungan tentang apa?” Kenzo mengerutkan kening dalam, merasa bingung dengan ucapan kekasihnya. “Justin itu sahabatku. Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan. Jadi, aku harap kamu tidak menggang

