“Vega, kita harus berbicara.” Alvaro yang melihat Vega mulai berkemas pun langsung menyusul. Wajahnya tampak cemas dan penuh dengan ketakutan. Berulang kali dia memohon supaya Vega mendengarkannya, tetapi wanita itu bahkan tidak mau untuk berhenti. Vega benar-benar mengabaikan keberadaan Alvaro kali ini. “Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, Alva. Semuanya sudah jelas dan aku harap kamu mengerti,” kata Vega sembari mengemasi barang bawaannya. Dia juga merapikan pakaian yang sempat terbuang. “Tapi aku merasa kita perlu membicarakannya. Jadi, aku mohon dengarkan aku sekali ini saja,” ucap Alvaro. “Vega,” panggil Alvaro sembari menahan lengan Vega. Manik matanya menatap lekat, sesekali menelan saliva pelan. Melihat wajah asal Vega membuat Alvaro tidak enak hati. Kali ini Vega pun

