Seminggu setelah Anida pergi, aku mulai mengerjakan semua tugasku. Meskipun menurutku ga maksimal karena waktu facetime bersama Anida bentrok sama waktuku ngerjain tugas. Aku merelakan waktu tidurku untuk bergadang hingga pukul 3 pagi, aku menyicil tugasku sedikit-sedikit. Aku bersyukur karena selama ini jadi anak baik, jadi dosen-dosen memberi toleransi atas keterlambatanku mengumpulkan semua tugas. Seminggu ini, komunikasi masih lancar. Anida lagi adaptasi sama cuaca sana, adaptasi sama teater sana. “Pegel mulut aku Ga ngomong Inggris mulu!” Keluhnya. Saat ini kami sedang skype-an. “Ya kamu pake bahasa Indonesia pada ga ngerti sayang.” Kataku. “Aris ngerti.” Katanya. “Yaaa gimana yaa.” Kataku sambil sedikit tertawa. “Hahaha aku kangen deh, kangen main bareng sama kamu.” “Sama Nid

