18 - Undangan

2047 Kata

Seminggu setelah Anida pergi, aku mulai mengerjakan semua tugasku. Meskipun menurutku ga maksimal karena waktu facetime bersama Anida bentrok sama waktuku ngerjain tugas. Aku merelakan waktu tidurku untuk bergadang hingga pukul 3 pagi, aku menyicil tugasku sedikit-sedikit. Aku bersyukur karena selama ini jadi anak baik, jadi dosen-dosen memberi toleransi atas keterlambatanku mengumpulkan semua tugas. Seminggu ini, komunikasi masih lancar. Anida lagi adaptasi sama cuaca sana, adaptasi sama teater sana. “Pegel mulut aku Ga ngomong Inggris mulu!” Keluhnya. Saat ini kami sedang skype-an. “Ya kamu pake bahasa Indonesia pada ga ngerti sayang.” Kataku. “Aris ngerti.” Katanya. “Yaaa gimana yaa.” Kataku sambil sedikit tertawa. “Hahaha aku kangen deh, kangen main bareng sama kamu.” “Sama Nid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN