“Mah, sebenarnya apa yang terjadi.” Aku pun akhirnya mulai menuntut, saat Mama Sulis malah terdiam lama, setelah tadi sudah seenaknya membuatku penasaran. Sungguh, aku sudah tak sabar ingin mengetahui semua kenyataan yang mereka sembunyikan di belakangku. Mama Sulis terlihat menghirup napas dalam sebelum akhirnya menghembuskannya secara perlahan. “Kami berzina, Ra.” Apa?! “Maksudnya?” Aku bertanya tak mengerti. “Mama dan ... papimu sempat berzina, Ra.” Deg! Apa? Apa katanya barusan? Mama dan Papi pernah ... Astaga?! “Mama tidak akan membela diri untuk hal ini, Ra. Karena Mama tahu, itu salah dan ... sangat berdosa sekali.” Mama Sulis kembali meneruskan cerita, dengan nada yang syarat akan rasa bersalah. Sementara aku, masih tak tahu harus bicara apa? Bahkan bereaksi apa untuk mena

