Tidak seperti biasanya. Hari itu, mobil yang melaju dengan kecepatan sedang di jalan yang lumayan lengang itu, terasa sepi sekali. Tanpa adanya obrolan, banyolan ataupun suara radio yang menemani perjalanan. Benar-benar membosankan sekali. Padahal biasanya, ada saja kelakar pria di sampingku ini untuk meramaikan suasana. Tahu sendiri ‘kan bagaimana dia? Namun, mau bagaimana lagi? Suasana hatiku juga terlalu buruk saat ini, hingga untuk memulai sebuah obrolan pun, aku malas sekali. Ya, suasana hatiku memang terasa kacau paska mendengar cerita Mama Sulis. Membuatku memilih bungkam setelahnya, karena masih bingung mencerna semua kenyataan ini. Tak ayal, ke bungkamanku membuat Ken turut bungkam, karena menghargai privasiku. Dia tahu aku sedang tidak baik-baik saja saat ini, dan memberi waktu

