IND 30

857 Kata

“Okeh! Mulai hari ini saya bakal serius naklukin hati kamu!” Eh? Maksudnya? Plok! “Ih, bukan itu maksud saya!” Aku pun refleks menabok lengan Ken, saat mendengar ucapannya itu. Namun, tak lama setelahnya, aku juga langsung kikuk sendiri, saat menyadari kelancangan sikapku terhadap pria itu. Duh! Kok, aku malah jadi sok akrab gini, sih? Aku pun jadi merasa malu sendiri dengan kelancanganku pada Ken tersebut. Namun, seperti yang sudah-sudah. Ken malah menanggapiku dengan kekehan renyah khas pria itu. Sepertinya dia sama sekali tidak terganggu dengan sikap lancangku. Malah setelah terkekeh renyah, dia seenaknya mengacak puncak kepalaku hingga rambutku sedikit berantakan. “Gemesin banget sih bumil satu ini,” ucapnya dengan lugas. Aku tidak tahu bagaimana perasaanku saat ini. Yang jelas,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN