STC 23

1145 Kata

ZYANA PoV Hatiku terbakar api cemburu ketika harus menyaksikan suamiku bersama istrinya yang lain sedangkan aku harus bersikap seolah tak mengenalnya, tetapi itu adalah konsekuensi yang harus kuterima sebagai istri kedua yang tak diketahui oleh banyak orang. Aku tidak bisa tidur karena terus terngiang akan wajah suamiku, aku … merindukannya. “Selamat pagi, Bobo.” Aku menyapa kucing kesayangan yang telah menjadi teman mengobrolku sepanjang hari. “Bagaimana tidurmu, hem? Nyenyak?” Aku menggendong kucingku sebentar sebelum akhirnya mendengar suara panggilan ibu mertuakua. Segera aku mencuci tangan lalu menghampiri beliau. “Kalian …..” Aku tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan ketika melihat Kak Rafiq dan Bu Fatma datang, segera aku berlari ke pelukan wanita yang telah merawatku. “Ibu sama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN