Berbeda

1026 Kata

Pagi itu, Gladys bangun dalam keadaan yang tak keruan. Ia tak bisa tidur semalaman. Pikirannya terlalu penuh dengan banyak hal, hingga kepalanya serasa ingin pecah saja. Setelah membersihkan diri, ia berniat untuk turun ke bawah dan menikmati sarapannya. Sengaja ia bangun siang agar tidak bertemu dengan Gibran, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh. Tentunya lelaki sudah berangkat ke kantor. Gladys baru saja menapakkan langkah kakinya di tangga terakhir saat ia melihat Gibran sedang menghadap ke laptopnya di meja ruang makan. Langkahnya seketika terhenti, ragu untuk diteruskan. Seolah ia ingin berbalik saja, seandainya suara Gibran tak terlanjur memanggilnya, "Saya mau bicara dengan kamu, Dys, sini!" Gladys pun dengan sangat terpaksa harus menuju ke arah lelaki itu. Meski sebenarnya ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN