Membuatmu Bahagia

1195 Kata

Keheningan pun menggantung. Hanya ada suara mesin sayup-sayup. Sesaat kemudian, Frank tiba-tiba tertawa. "Anak-Anak, apakah kalian sudah puas? Bisakah kita kembali sekarang?" "Apakah bahan bakar kita sudah menipis?" celetuk Louis, memupuskan harapan Kara untuk mendapat jawaban. "Ya, tapi jangan sedih. Kita bisa naik helikopter lagi nanti." "Bolehkah aku duduk di depan kalau kita kembali lagi ke sini?" Emily menusuk dinding kaca dengan telunjuk mungilnya. Sebelum Frank sempat menjawab, Louis mencibir. "Memangnya kau tidak takut duduk di depan? Pemandangannya lebih jelas. Kamu akan merasa kalau kakimu berada jauh di atas tanah." Pipi Emily menggembung. "Tuan Baik Hati bersama kita. Kenapa aku harus takut?" Frank tersenyum kecil mendengar itu. Dalam hati, ia berharap Kara juga berpi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN