Frank di Kamar Kara

1063 Kata

Tangisan Kara mendadak surut. Setelah mengeringkan wajahnya dengan selimut, ia bangkit duduk. “Ada apa, Frank?” Sang pria dapat melihat jejak air mata pada pipi yang merah itu. Ia juga menangkap getaran dalam suara itu. Namun, seolah tidak tahu apa-apa, ia melangkah masuk dan menutup pintu. “Tadi ... kau bertanya tentang alasanku mencintaimu,” ujar Frank seraya berjalan dengan kepala tertunduk. Ketika tiba di sisi kasur, ia mengangkat pandangan dan tersenyum. “Kau tahu kenapa?” Kara berkedip kaku. Beberapa detik yang lalu, ia masih memikirkan Finnic. Sekarang, otaknya didominasi oleh si bos. Peralihannya terlalu cepat untuk ia antisipasi. “Kenapa?” Dengan lengkung bibir yang minim, Frank duduk di tepi kasur. “Sejujurnya, aku juga bingung. Kau ingat? Pertama kali kau datang di Savior,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN