Frank tertawa kecut. "Kara, sekali ini saja, tolong abaikan orang lain. Fokus pada kita saja. Lagi pula, media mana yang berani menerbitkan gosip tentangku? Mereka takut bangkrut." Kara memicingkan mata seolah berpikir. "Kau yakin?" "Pegang omonganku." Kara menggantung keheningan sejenak, menguji kesabaran sang pria. "Baiklah, tapi setelah ini, biarkan aku mencari apartemen lain." Frank menarik napas dalam-dalam. Paru-parunya kini penuh dengan kegembiraan. "Deal!" Sedetik kemudian, ia mengecup bibir Kara. Sang wanita tersentak karena ulahnya. "Frank, kau berjanji untuk tidak melewati batas." "Ini masih termasuk dalam batas, Kara. Kau tidak tahu seberapa jauh aku ingin melewatinya." Kara mendesah tak percaya. Namun, dengan tatapan seteduh itu, mustahil jantungnya tidak berdegup ken

