"Kenapa kau menyendiri di sini?" tanya Frank lembut. Bibir Kara langsung mengerucut. Setelah mengembalikan pandangan ke arah taman, ia balas bertanya, "Apakah si Kembar sudah tidur?" "Sudah." Tanpa banyak suara, Frank menempati kursi di sampingnya. "Tadi Emily tidak mau keluar dari kamar kakaknya. Dia mau ikut mendengar aku membaca buku untuk Louis. Padahal sebelumnya, aku sudah menghabiskan satu buku dongeng di kamarnya." Kara melirik tipis. "Sekarang mereka tidur bersama?" "Tidak. Aku memindahkan Emily setelah dia tertidur." Kara menyentak alis. Sambil memeluk diri sendiri, ia menggerutu, "Kau pasti senang. Kau sudah berhasil merebut perhatian anak-anakku." Alih-alih ciut, lengkung bibir Frank malah mengembang. Baru kali ini ia melihat sisi Kara yang kekanakan seperti itu. "Aku

