"Segampang itu?" Azura menatap kedua orang tuanya frustasi. "Segampang itu kalian menyerahkan aku pada keluarga Pramugara itu? Bahkan mereka tidak mengizinkan kita berkontribusi sedikitpun dalam persiapan pernikahan. Aku bahkan tidak diizinkan memilih gaun pengantin yang aku inginkan. Kalian hanya mengangguk setuju tanpa bicara? Kalian gila?" Azura berpikir pertemuan dua keluarga itu merupakan ruang untuk mereka saling berbicara satu sama lain namun nyatanya tidak. Keluarga Pramugara mengambil alih semuanya. Tidak ada kesempatan untuk keluarganya bicara bahkan Eyang Uti nya juga tidak di beri kesempatan. Saat Azura berpendapat. Semuanya diabaikan. Azura tidak diperlakukan seperti seorang pengantin yang akan menikah. "Aku orang yang akan menikah namun aku diperlakukan layaknya seperti or

