bc

Cara Jodoh: Ayo Menikah, Anindya

book_age18+
361
IKUTI
3.7K
BACA
HE
fated
arranged marriage
heir/heiress
drama
sweet
bxg
brilliant
city
office/work place
addiction
professor
like
intro-logo
Uraian

"Sekarang saya masa depan kamu."

"Menikah sama saya, Anindya. Saya akan bertanggung jawab atas masa depan kamu."

_________ ________ _______ ________

Azura Anindya Keshwari hampir kehilangan masa depannya saat toko kue rintisannya (Hidden Grace Bakery) nyaris bangkrut akibat komentar jahat seseorang.

Menuntut pemilik akun bernama Ocean R. Pramugara satu-satunya cara yang bisa Azura lakukan untuk menyelamatkan masa depannya namun siapa sangka alih-alih berakhir di pengadilan. Ocean justru mengajak Azura menikah.

Azura menolak pernikahan itu berulang kali namun Azura tetap berakhir di pelaminan bersama Ocean. Fakta bahwa Azura sudah dijual oleh orang tuanya pada keluarga Pramugara untuk menjadi pesuruh Ocean membuat Azura benar-benar gila.

Semakin Azura masuk ke dalam keluarga Pramugara. Azura semakin tahu betapa gilanya keluarga itu. Azura hanya ingin melarikan diri.

Bagaimana akhir kisah Azura dan Ocean? Apakah mereka bisa tetap bertahan di dalam pernikahan atau justru sebaliknya di saat mereka hanya menemukan jalan buntu?

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1: Customer Usil
"Gue dengar Hidden Grace Bakery lo mau gulung tikar?" "Gue dengar lo mau cerai?'' Hening menyelimuti keduanya setelah saling melemparkan pertanyaan menohok satu sama lain namun raut wajah mereka sama sekali tidak menunjukkan mereka terganggu dengan pertanyaan itu. Pertanyaan semacam itu seolah sudah menjadi hal yang sangat biasa bagi mereka. Saling menjatuhkan namun tetap saling berpegangan erat satu sama lain itulah tips langgeng bersahabat versi Azura Anindya Keshwari dan Nayuma Darmawangsa Pramugara. "Ceritain ke gue kenapa tiba-tiba toko lo ratingnya turun drastis?" Azura memperbaiki posisi duduknya. Ekspresi wajah lempengnya kini sudah berubah penuh dengan emosi. Nayuma tahu sahabatnya itu akan meluapkan seluruh emosi yang tersimpan ikut memperbaiki posisi duduknya. Ini akan menjadi hal yang sangat menyenangkan. Azura jarang marah namun sekalinya ada orang yang benar-benar berhasil mengganggu ketenangan hidupnya. Perempuan itu akan tantrum tidak tertolong. Emosi meluap-luap Azura biasanya akan membuat Nayuma merasa sedikit lebih hidup. Sedikit merasa terhibur setiap kali Azura sudah tantrum. Azura sudah berusaha untuk mengembalikan keadaan seperti sebelumnya namun yang terjadi justru sebaliknya. Bermula dari satu komentar buruk kemudian diikuti oleh komentar buruk lainnya membuat keadaan diluar kendali Azura. Hidden Grace Bakery nya yang sudah Azura bangun selama bertahun-tahun kini berada di ujung kebangkrutan akibat komentar buruk dari satu akun yang mengundang akun-akun lain ikut berkomentar buruk pada toko kue nya. "Sebagai seorang istri baginda pangeran yang wifi rumahnya secepat kilat seharusnya lo tahu betul apa yang terjadi sama toko gue. Nayuma! Lo nggak mungkin mengabaikan keadaan gue begitu saja kan?" Azura menatap Nayuma begitu dramatis. Nayuma adalah orang yang paling tahu tentang hidupnya bahkan tanpa Azura memberi tahu pun perempuan yang duduk di hadapannya ini pasti tahu. Nayuma tersenyum. Terlihat hambar sekali membuat Azura langsung berdecak. Seharusnya gue memang nggak mengizinkan lo menikah sama baginda pangeran dominan otoriter tidak memiliki perasaan itu." Azura menarik nafasnya. Dia mengambil ponsel kemudian memperlihatkan sebagian kumpulan komentar buruk yang sudah ia kumpulkan selama satu minggu terakhir beberapa dari akun yang sama selebihnya dari para kompetitor yang sudah ingin menjatuhkan Hidden Grace Bakery sejak lama. [Rasa kue nya hidden banget ya. Nggak ada rasa] [Gue nggak ngerti kenapa ini toko kue rame padahal rasanya b aja] [Gue rasa customer nih bakery lidahnya pada mati rasa semua. Nggak enak bgt ini kue] [Overclaim!] [Bakery tai!] "Lo lihat komentar biadap itu. Gue nggak tahu ini orang punya dendam apa sama gue. Perasaan gue nggak pernah cari masalah sama orang tapi dia justru menciptakan masalah untuk gue. Nay, lo bayangkan dari bintang lima jadi bintang empat koma tujuh. Dari restoran prioritas jadi restoran yang nggak lagi dilirik konsumen. Lo lihat itu etalase gue yang bisanya nggak pernah keisi saking ramainya pesanan sekarang adem ayem disana tanpa ada yang beli bahkan beberapa hari terakhir cukup banyak cake gue yang berakhir di tempat sampah—." Azura terdiam tak kala melihat Nayuma tidak bergerak sedikitpun. Perempuan itu masih mengamati ponselnya membuat Azura menjadi was-was. "Nay, ada komentar buruk lagi ya di toko gue?" Suara Azura yang tadinya sangat menggebu-gebu menjadi sangat pelan. "Azura, lo sadar nama belakang pemilik akun ini Pramugara?" Azura beringsut mendekat. Melihat nama akun customer usil itu lebih lekat membuat Azura dan Nayuma bertukar tatapan satu sama lain. Mulut mereka sama-sama bergerak seolah ingin mengatakan sesuatu namun sebelum itu terjadi Azura sudah menggelengkan kepalanya lebih dulu. "Tapi nggak keluarga suami lo aja yang punya nama Pramugara di belakangnya Nay. Gue nggak yakin lagian nggak mungkin juga keluarga konglomerat punya waktu untuk hal tidak berguna itu." Nayuma menggelengkan kepala pelan. Menarik Azura jauh lebih dekat. "Tapi gue yakin pemilik akun ini benar-benar dari keluarga suami gue, Azura." Azura kembali mengamati akun itu. "Ocean R. Pramugara. Dia kakak sepupu suami gue. Cucu ter—tua—" Namun tidak lama kemudian Nayuma terlihat begitu ragu untuk melanjutkan perkataannya. "Kenapa wajah lo berubah jadi pucat gitu? Siapa Ocean-Ocean itu? Orang kurang ajar nggak punya kerjaan kayak dia itu juga ikut menindas lo di rumah Pramugara itu?" Azura kembali menggebu-gebu. Dia mengambil ponselnya. "Kalau lo yakin pemilik akunnya memang kakak sepupu suami lo. Bilang ke gue alamat tinggalnya dimana? Lokasi pengiriman cake ke dia selalu beda-beda. Memang Pramugara itu sekaya apa sih anjir?" Azura rasanya sudah tidak bisa mengendalikan dirinya nya lagi. Satu bulan ini membuatnya stres. Azura ingin segera menyelesaikan semuanya. "Lo nggak mau kasih tahu gue? Dia tinggal di rumah yang sama kayak lo? Di rumah keluarga Pramugara?" Azura menatap Nayuma begitu sengit saat perempuan itu menggenggam tangannya dan menarik Azura untuk kembali duduk. "Mengingat bagaimana karakternya mas Ocean seharusnya dia nggak akan melakukan hal seperti ini—" "Tapi buktinya dia melakukan hal itu. Nggak sekali dua kali Nay tapi berkali-kali sampai toko gue terancam bangkrut. Kasih gue alamat tinggal manusia kurang kerajaan ini. Gue samperin. Gue akan minta pertanggungjawaban sama dia." Azura membuka aplikasi google maps. Meminta Nayuma untuk mengetikkan alamat pria kurang kerjaan bernama Ocean R. Pramugara itu. Azura akan membuat perhitungan dengan pria itu. Sampai kapanpun tidak akan pernah Azura lepaskan sebelum dia mendapatkan kompensasi atas kerugian yang ia alami. "Azura, lebih baik lo laporkan ke pemilik aplikasi aja dari pada berurusan sama mas Ocean. Yang ada lo makin punya banyak masalah." "Kasih alamatnya aja ke gue, Nay. Gue jamin lo nggak akan terlibat sedikitpun. Dia cari masalah sama gue. Gue harus membuat dia menyelesaikan masalah itu. Lo tahu aturan hidup gue!" Nayuma terlihat semakin ragu namun pada akhirnya perempuan itu mengetikkan alamat Ocean. Azura tersenyum puas melihat itu. Aplikasi tidak memberikan tanggapan padanya sampai hari ini. Azura akan menyelesaikan masalahnya dengan caranya sendiri. "Azura, mas Ocean lebih dingin dari mas Lintang. Jangan sampai salah langkah." "Langkah pertama gue jelas mau melaporkan dia ke polisi." "Jangan. Jangan coba-coba. Keluarga Pramugara itu sangat pintar. Mereka tidak akan tinggal diam ketika seseorang mencoreng nama baik keluarga mereka. Bukan mas Ocean yang akan masuk penjara tapi mereka bisa membuat lo yang masuk penjara. Azura, jangan merugikan diri sendiri. Mereka bukan lawan yang tepat. Mereka terlalu kuat." "Tapi dia merugikan gue, Nayuma. Gue hampir bangkrut!" "Mereka akan membuat lo benar-benar bangkrut kita sudah berkaitan dengan nama baik keluarga Pramugara." Azura berdecak kesal. "Nay, sekuat apa sih keluarga suami lo sampai lo ketakutan gitu? Mereka menyakiti lo sedalam itu? Seberapa sakit? Biar gue balas semua dendam lo sekalian." Azura semakin menggebu-gebu. Nayuma menggenggam tangan Azura. "Cukup minta kompensasi aja. Jangan lakukan hal lain. Jangan salah langkah. Jangan terlibat terlalu jauh dengan Pramugara kalau lo tidak ingin kehidupan lo lebih buruk dari sekarang." Azura tersenyum. Perempuan itu mengambil tasnya. "Bilang sama Aghnya gue pergi bentar." "Azura ingat pesan gue. Jangan cari masalah sama mas Ocean!" "Nay, R dari nama manusia kurang kerjaan ini apa?" Azura menghentikan langkahnya di pintu Hidden Grace Bakery. "Ringguna. Ocean Ringguna Pramugara. "

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
61.8K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook