“Om, kapan kita bisa main sama adek Rasya?” tanya Genta yang berada di gendongan tangan kanan Reno, sedangkan tangan kirinya menggendong Rayaa. “Adek Rasya sama Tante Alya lagi ke rumah Nenek di Bandung. Gimana kalau minggu depan?” Mendengar jawaban Reno, kedua bocah itu langsung tertunduk lesu. Wajar saja, dulu, sebelum Rasya lahir, keduanya sering ke rumah Reno dan Alya, terutama ketika Wulan dan Bimo sama-sama sibuk. Mereka akan menitipkan anak-anak mereka ke Alya. “Lo pikir rumah gue panti asuhan?” “Aelah, Bro. Gue lembur, Wulan juga lagi ngurus café sama dapur lo, kan? Nitip sampai sore doang,” ujar Bimo dengan cengiran lebar, saat mendapati tuan rumah berkacak pinggang. “Aduh!” pekik Reno, saat merasakan cubitan di pinggangnya. “Ayo Genta, Rayaa, ikut Tante Alya. Kita bikin

