“Kalian sudah selesai bergosipnya?” tanya Bimo yang baru saja kembali dari toilet, dan Joseph yang setia menguntitnya. Uta tersenyum. “Kalian ingin kemana?” “Paris, tentu saja mengunjungi tempat-tempat romantis.” Uta mengangguk setuju. Baiklah, nikmati sisa hari kalian. Aku berharap yang terbaik bagi kalian.” Uta maju selangkah, berdiri tepat di depan Wulan, tangannya terulur menarik tubuh Wulan, memeluknya. “Semua pilihan ada di tanganmu,” bisiknya. Bimo dan Joseph melotot tak percaya dengan pemandangan yang disajikan Uta. Berani-beraninya pria buluk ini memeluk Wulan, di depan Bimo, mengusap rambutnya juga! “Hei ... hei ... hentikan,” geram Bimo. Uta terkekeh seraya menarik diri dari Wulan. “See? Seperti yang aku bilang tadi.” “Hei ... hei ... jangan main rahasia-rahasian.” “B

