Our Last Day In Paris

2106 Kata

“Dengerin aku, Bim. Aku udah maafin kamu ...” “Aku tahu, kamu udah bilang kemarin lusa. Tapi kamu tetep nggak mau jadi milikku lagi. Iya, kan? Kamu bilang, alasannya ini karena takdir kita, kan?” “f*****g fate, Bim! She's lying! Dia cinta sama kamu, kalian ini sama-sama cinta.” Uta menggaruk kepalanya kesal. “Kenapa kalian seperti ikan dan pemancing? Tarik ulur umpan! Say it, Dude!” “I did! Dia maafin aku, tapi nggak mau kembali padaku.” “Dia hanya takut.” Joseph tiba-tiba bersuara. Sedari tadi dia hanya diam mendengarkan dua orang pria sok tahu tentang Wulan saling berteriak, semenjak Wulan beranjak ke toilet. Sontak Bimo dan Uta menoleh pada Joseph yang sudah memandang lekat netra Bimo dari kursi di hadapannya. “Kalau kalian tidak mendapatkan jawaban dari Wulan, kalian bisa berta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN