“Kamu jangan main-main, Bimo! Ini sudah lima hari kamu nggak masuk kantor!” Bimo sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga. Teriakan melengking Davina sungguh memekakan telinganya. “Mama jadi nggak bisa bantuin tugas Papa karena kamu! Cepat kembali! Mama tidak terima penolakan!” “Tapi, Ma, Bimo masih belum selesai kunjungannya. Ternyata ada masalah dengan proyeknya,” bohong Bimo. “Diam kamu! Berani kamu bohongin mama! Mama nggak bodoh, Bim. Sore nanti kalau kamu belum ada di rumah, jangan harap kamu bisa ketemu sama w***********g itu!” Bimo berdecak dan beranjak dari duduknya di kursi teras rumah Nenek Sumi. Keadaan semakin runyam. Belum selesai satu masalah, kini muncul lagi. Mamanya sudah mengetahui semua peristiwa yang Bimo simpan rapat-rapat. Bimo sadar, dia akan berhadapan den

