Afraid

1759 Kata

Bimo, pria itu hanya bisa memandang pantulan dirinya di cermin—jangan lupakan kerutan di dahinya—berpikir jika ada yang salah dengan penampilannya. Sejauh Bimo mengingat, dirinya sudah mencukur jenggot, kumis, dan merapikan rambutnya sejak masih di Ungaran. Namun, wanitanya sesore ini bertingkah aneh! Sama sekali tidak mau bertatap muka dengannya. Bahkan melewatkan sesi makan malam, dan memilih tidur cepat! Jangan tanya bagaimana keadaan Wulan! Malam ini, entah mengapa kedua mata Wulan sulit untuk terpejam. Beberapa saat yang lalu dia bagaikan dikejar setan, lari terbirit-b***t begitu pintu lift terbuka. Dilamar Bimo, di dalam lift, sungguh sangat tidak romantis. Sprei kasurnya sudah kusut karena tubuh Wulan yang terus berguling, mencari posisi ternyamannya, berusaha mencapai alam mimpi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN