Karma

2699 Kata

“Wulan, kakek harap kamu pikirkan lagi apa yang tempo hari kita bicarakan.” “Kek, masalah itu sudah selesai. Nggak ada lagi yang perlu dibicarakan,” sanggah Reno tak senang, kemudian memasukan koper Wulan ke bagasi mobilnya. Wulan beranjak memeluk Nenek Sumi dan Kakek Guntoro. Tersenyum simpul ketika kedua matanya menatap sang Nenek yang tersenyum melepas kepergiannya kembali ke Paris. “Nenek baik-baik aja. Kamu cepet balik, biar cepet lulus.” Wulan tergelak mendengar kalimat Neneknya. “Nek, Wulan lulusnya masih satu setengah tahun lagi. Abis itu masih ada OJT (on the job training), dan kemungkinan di salah satu negara di Eropa.” Nenek Sumi hanya mengangguk, tapi bulir airmata tidak sanggup ditahannya lagi. Beliau menangis—bukan tangis kesedihan di sana. Melainkan tangis kebahagiaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN