Wulan hanya mampu terduduk menunduk di depan UGD, seraya dalam hati terus berdoa. Sweater yang tak lagi berwarna biru itu masih berada dalam genggamannya, masih basah oleh darah Bimo dan airmatanya. Dirinya tidak menyangka akan menjatuhkan kembali airmata untuk Bimo secepat ini. Reno baru saja kembali mengurus administrasi, ketika seorang perawat dari UGD keluar untuk mengabarkan bahwa perlu segera dilakukan operasi untuk menghentikan pendarahan. Wulan tergugu, dia tidak mampu berkata sepatah katapun dan hanya mengamini keputusan Reno untuk segera dilakukan tindakan operasi. “Keluarganya?” “Sedang dalam perjalanan.” “Kami akan melakukan operasi untuk menghentikan pendarahan dalam yang dialami pasien. Oleh karena—” “Kami setuju, Suster,” potong Reno cepat. “Keluarganya juga pasti s

