19. masa lalu yang hilang

359 Kata
Rain tersadar disebuah ruangan yang tidak asing baginya.ruangan putih dengan ciri khas ranjang yang sering ia lihat.dan juga aroma yang sudah sangat ia hafal. kepalanya masih terasa pusing dan berat.seperti tertimpa sebuah beban berat.ia menerawang jauh... saat itu usianya baru beranjak remaja saat ia pindah disebuah pedesaan yang asri dengan banyaknya hamparan perkebunan teh. udaranya masih bersih dan segar. ini adalah kampung halaman ayahnya. keluarga nya memutuskan untuk kembali ke kampung halaman setelah kontrak kerja sang ayah dengan salah satu perusahaan pelayaran telah usai. sang ayah ingin menikmati masa tuanya bersama keluarga di desa yang masih asri itu desa kelahiran nya. awal mulai Rain tidak menyukai tempat barunya itu. selain tampak asing juga terlalu sepi untuknya yang anak semata wayang. tidak ada teman. hanya menghabiskan waktu di dalam rumah sambil menunggu pendaftaran sekolah barunya. ia sedikit kesal kepada kedua orang tuanya. karena hanya tinggal satu tahun lagi ia lulus sekolah lanjutan ia sudah dipindahkan ketempat yang sangat sepi menurutnya. ia harus meninggalkan sahabatnya. sahabat dekatnya yang bila bernyanyi suaranya memekakkan telinga. ia dan sahabatnya itu telah berjanji akan memasuki kampus yang sama. ternyata semua rencana yang telah dipersiapkan harus pupus saat ia mengetahui bahwa keluarga nya akan pindah ke sebuah desa. Minggu pertama nya di desa itu ia lewati dengan menyendiri dikamar. berbagi cerita dengan sahabatnya di kota. lain hal dengan kedua orang tuanya yang antusias dengan kehidupan didesa. lama berdiam diri di rumah akhirnya ia memutuskan untuk berkeliling mengitari kebun teh yang luas milik seseorang yang terkenal paling kaya didesa itu. orang orang menyebutnya juragan Wirya. orang terkaya nomor satu di desa itu. sedangkan keluarga ayahnya adalah keluarga yang sederhana dan berkecukupan. Rain mengikuti langkah kakinya entah kemana.menyusuri jalan diarea perkebunan teh ini. "..Brakkk.." ".. Akhhh.." teriak seorang perempuan saat Rain berusaha bangkit dari tanah.seseorang telah menabraknya cukup keras.Rain emosi sambil berdiri ingin memaki sosok yang telah membuatnya terjatuh.sehingga bokongnya mendarat sempurna ditanah yang becek akibat hujan semalam. "..APA KAMU TIDAK PUNYA MAT...!!!. teriak Rain dengan kalimat yang tidak selesai karena merasa kasihan dengan keadaan sang gadis.lutut gadis itu berdarah.tergores kerasnya batu yang ada dijalan itu.ia merasa iba melihat sang gadis meringis sakit, dengan air mata yang berlinang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN