Rain hampir saja melupakan bahwa hari ini ia akan menghadiri seminar kesehatan di sebuah ballroom hotel mewah. dengan terburu buru ia menyiapkan apa saja keperluannya. dengan kecepatan sedang ia mengendarai mobilnya menuju sebuah kota yang akan di kunjungi nya untuk seminar.
sambil menikmati perjalanannya ia menikmati lagu dari radio di dalam mobilnya.ia tersenyum seperti tidak bisa dipisahkan oleh sahabatnya. diradio sedang diputar lagu terbaru sahabatnya. lagu yang melow. tiba tiba ia teringat pembicaraan nya dengan sahabatnya beberapa Minggu lalu. saat mereka menikmati malam di sebuah club malam. mereka membicarakan tentang kehidupan mereka mendatang.tentang sebuah keluarga.mengingat saat ini usia mereka berdua sudah sangat tepat untuk memiliki keluarga. usia yang telah dewasa.
".. apa lu gak tergoda Ama penari lu sendiri.secara mereka sering memakai pakaian yang minim.." tanya Rain sambil menyesap minumannya.malam ini ia tidak ingin mabuk untuk itu ia memilih minuman yang kadar alkoholnya nya rendah.
"... ya sebagai laki laki jelas melihat para penari berpakaian minim sungguh gw tergoda bro.. tapi lu jangan salah sangka mereka gak semurahan yang lu kira..apalagi Mayang yang waktu itu dirawat dirumah sakit lu.." jawab sang penyayi.
"... kita kan GK tau... gimana ia dibelakangnya... "ucap Rain.
" ... gw tau dia.. ya ..cukup lama lah.. tapi gw gak pernah denger dia kena skandal apapun. bahkan yang gw tau Mayang itu tipe cewek yang susah untuk didekati.. dia seolah membatasi diri untuk lelaki yang mencoba mendekati nya.." jelas sang penyanyi.
"... dia juga rajin ikut acara bakti sosial... semua tau koq bahwa Mayang cewek baik baik...gak gampang buat naklukin hatinya.." tambah sang penyanyi sambil pandangannya menerawang jauh.
"... kayaknya lu naksir ya..." goda Rain.
"... haa.. haaa... lu ini ada ada ajah bro... kan lu tau sendiri keluarga gw gimana. mana mungkin mereka mau Nerima Mayang. harus yang darah biru..." ucap sang penyanyi sambil tertawa sumbang.
Benarkah penari yang bernama Mayang itu seperti yang diceritakan sahabatnya.tapi beberapa kali ia terlibat percakapan dengan Mayang ketika ia di rawat Rain menyadari bahwa Mayang adalah wanita yang mempunyai harga diri yang tinggi.tidak murahan seperti apa yang ia pikirkan.
Acara seminar telah usai lebih cepat dari waktu yang diperkirakan oleh Rain. ia bingung harus apa lagi. sebuah rencana tak terduga melintas di kepalanya disaat ia membuka pesan what's up nya terselip pesan dari sang sahabat yang mengabarkan bahwa ia mengadakan konser kecil untuk promosi album barunya. alamat juga disematkan oleh sahabatnya mungkin ia sangat berharap agar Rain bisa melihat konsernya.
karena kebetulan juga tempat konser dan tempat seminarnya berada di kota yang sama bahkan hotelnya pun tidak terlalu jauh.
Rain memarkirkan mobilnya bergegas memasuki hotel tempat sahabatnya itu konser.
ia telah disambut para kru dan tim.sepertinya mereka sudah paham bahwa ia adalah sahabat sang penyanyi mungkin saja sang penyanyi telah memberi tahu kepada mereka.terserah lah yang jelas saat ini ia mendapatkan posisi yang tidak jauh dari panggung.
ia seperti mematung saat tatapannya bertemu tatap dengan sang penari. sebuah bayangan melintas. bayang seorang gadis memeluk tubuhnya. harum tubuh gadis itu menggetarkan jiwanya.rambutnya tergerai panjang.mendekap erat seakan tak ingin dipisahkan.
".. aku sangat mencintaimu Ian.." bisik sang gadis mesra di telinganya mengantar kan getaran didalam sanubarinya.
".. aku juga.. bi... aku sangat mencintaimu.." balasnya memerangkap wajah sang gadis..
seketika air mata menetes kepipinya. wajah itu wajah gadis itu adalah wajah sang penari. ia merasa kepalanya mau pecah dan seketika kegelapan menyelimutinya.