"Sepertinya sekarang kau punya banyak waktu luang sampai kau repot-repot menyusulku ke kota ini?" Sindir Maya. "Aku hanya datang untuk meluruskan masalah. Jika itu maksud sebenarnya yang ingin kau ketahui atas pertanyaanmu itu." Jawab Bram santai sambil melepaskan jasnya lalu meletakkannya di lengan sofa. Ia kemudian duduk dengan menyandarkan punggung dan kepalanya merilekskan diri. "Meluruskan masalah? Masalah apa? Ketidakbecusan mantan kekasihmu itu? Atau bagaimana perasaanmu yang terpendam untuknya?" Tuduh Maya. Bram menegakkan punggungnya kembali dan menatap lekat-lekat mata wanita di depannya itu. "Dengarkan aku, Maya! Aku tidak ingin berdebat denganmu. Asal kau tahu, ada persoalan lain yang jauh lebih penting sekarang, baik itu untukku maupun untukmu." Bram menjeda sejenak. "Aku

