Eva menatap sosok lelaki bersetelan hitam yang berdiri tegak di depan meja kerjanya. Lelaki tersebut merupakan orang kepercayaannya yang selalu siap melaksanakan perintah-perintahnya. Seperti saat ini, ia pun baru saja kembali dari tugas yang dimandatkan padanya dan siap untuk melaporkan hasil yang diperoleh. "Bagaimana hasilnya?" Tanya Eva ketus. "Maaf, Nyonya. Kami belum dapat menemukannya." Jawab lelaki bernama Roman itu sambil menundukkan kepala. "Apa?! Dasar tidak berguna!! Bukankah sudah kukatakan lakukan apa saja untuk menemukan dokter sialan itu?" Eva bangkit dari duduknya dan berjalan menuju jendela kaca besar di sisi kanan ruangan. Dari jendela itu nampak pemandangan malam ibu kota dari ketinggian lantai dua puluh tiga yang memikat hati. Gedung-gedung tinggi dengan lampu-lam

