CHAPTER 29

1796 Kata

Setelah beberapa langkah jaraknya dari meja, Ramon berhenti dan memberi anggukan hormat. "Tuan memanggil saya?" Eva terbengong melihat Ramon masuk ke dalam ruangan itu atas panggilan sang ayah. Ia tidak tahu bahwa ternyata Ramon ada di kota ini. Ia pikir Ramon masih di ibukota dan sedang menyusun rencana untuk melaksanakan perintahnya, melenyapkan pengacara Alwy. Lalu kenapa laki-laki itu bisa berada di sini, Eva bertanya-tanya dalam hati. Sementara Bram hanya menatap datar pada laki-laki dengan badan tegap seperti tentara itu. Ia menduga orang itu adalah salah satu tangan kanan Handoyo Prayoga atau Eva. Bram lalu menyadari bahwa Sophia yang duduk di sampingnya nampak bertingkah sedikit aneh. Gadis itu semakin menundukkan kepalanya dalam sedangkan tubuhnya terlihat menegang. Dari sudut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN