"Hai, Sophia. Aku membawakanmu sesuatu." Ilham melangkah perlahan mendekati Sophia yang seperti beberapa hari terakhir ini selalu dia lakukan, duduk di lantai memeluk lutut sambil memandangi bunga kambojanya. Ia lalu duduk bersila di samping Sophia dan meletakkan sebuah tanaman kaktus yang di tanam dalam pot kecil berwarna putih. Sophia melihat kaktus itu dengan ekor matanya. Lalu beberapa saat kemudian kepalanya sedikit menoleh dan menatap kaktus itu lekat-lekat. "Kaktus ini memang nampak seperti kaktus biasa. Itu karena ia masih muda. Ketika mulai dewasa, duri kaktus ini akan menebal dan berwarna coklat kehitaman disertai mekarnya bunga berwarna putih. Tapi dengan syarat kau harus merawatnya dengan baik. Kaktus ini tidak boleh terlalu banyak diberi air dan juga tidak tahan dengan cua

