"Bara..." Panggil Sophia diujung pertautan yang terlepas karena keduanya merasa sama-sama kehabisan nafas. Sesaat mereka terdiam dan hanya berlomba untuk mendapatkan oksigen. Namun keduanya nampak masih enggan melepaskan pelukan mereka. Kening mereka masih saling menempel. Sementara mata terpejam seolah tengah memutar ulang rekaman peristiwa yang baru mereka alami. Segala emosi dan perasaan yang terpendam selama tiga pekan perpisahan mereka kemarin serasa telah tersampaikan. Sophia sebenarnya sangat ingin segera melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang telah sangat mengganggunya beberapa waktu lalu. Tapi entah kenapa ia ragu, ia takut jika suasana yang hangat itu tiba-tiba berlalu karena pertanyaan-pertanyaannya. Sedangkan ia masih ingin menikmatinya. Pada akhirnya ia hanya diam saja dan

