CHAPTER 17

2346 Kata

Pagi basah. Bulir-bulir embun di pucuk dedaunan berkerlipan diterpa sinar keemasan matahari pagi. Rerumputan menggeliat setelah digigil hujan semalam. Orang-orang nampak berlalu-lalang di jalanan, melompati genangan, meraih angan. Semua yang nampak di mata Sophia pagi itu terasa seperti sebuah film yang diputar untuk menghibur hati. Betapa banyak puisi tercipta dari kebersahajaan embun dan rerumputan, juga matahari. Betapa banyak semangat yang ditularkan lalu lalang orang di jalanan pada jiwa-jiwa yang gelisah dan putus asa, seperti dirinya kini. Gadis itu mendesah dan memutuskan segera beranjak dari rutinitas paginya tiga hari ini, tiga puluh menit duduk di samping jendela untuk sekedar menyatukan kembali serpihan-serpihan mimpi dan harapan yang tercecer. Dengan langkah yang masih sedik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN