Ilham berlari keluar dari ruangannya berbelok ke lorong sayap barat Rumah Sakit Umum Daerah tempatnya bekerja dan menuju tempat parkir. Segera diinjaknya gas begitu ia berhasil keluar gerbang dan mencapai jalan raya. Ia tak henti-hentinya menekan klakson mobilnya dengan frustasi mendapati antrean panjang kendaraan di perempatan jalan yang lampunya menyala merah. Ia menyugar rambutnya kasar. Ia berulang kali mengumpat kenapa jalanan begitu ramai malam ini sedangkan ia harus secepatnya sampai di tujuan. Setelah sekitar lebih dari tiga puluh menit berjuang melawan kemacetan di jalan raya, Ilham akhirnya sampai di tujuan. Dari tempat parkir ia berlari ke Instalasi Gawat Darurat. Ia mengatakan pada perawat di meja administrasi bahwa ia mendapatkan telepon dari rumah sakit tersebut yang menginf

