Bara menatap cermin sekali lagi setelah entah ke berapa kalinya ia merasa masih perlu mematut diri tak yakin dengan penampilannya. Pemuda berambut hitam legam yang rupawan itu nampak mengenakan hoodie abu gelap dipadu dengan kemeja flannel biru favoritnya dan celana denim senada. Jantungnya serasa berdegup lebih cepat dari biasanya. Ia tak sabar karena telah menanti datangnya kesempatan ini cukup lama. Lebih dari empat bulan ia didera kegelisahan yang terus mengganggunya siang dan malam, membuatnya tak bisa fokus belajar dan dihantui mimpi buruk. Ditambah lagi dengan berita yang cukup menghebohkan yang ia lihat tiga bulan lalu mengenai sebuah peristiwa penembakan yang pada akhirnya membuat ia semakin lama harus menunggu datangnya kesempatan ini. Sungguh ia merasa tersiksa karena saat itu

