“Kak.” Bella bergerak gelisah dalam pangkuan Ian. Sedangkan Ian masih sibuk memainkan aset atas Bella. “Kenapa, Sayang?” “Udah, jangan main-main. Aku enggak kuat.” Ian tertawa kecil, dia mendekati telinga Bella dan berbisik, “Tahan Sayang, ini baru awalan.” Dan Ian menenggakhiri bisikan dengan menjilat telinga Bella, Bella otomatis menggeliat geli karena perbuatan Ian. Tangan kanan Ian yang semula berada di d**a Bella, perlahan turun ke bawah, mengelus perut, pinggang sampai tangannya diam di s**********n Bella. Ian membuka sedikit s**********n Bella dan jari tangannya meremasi inti tubuh Bella yang masih tertutup. Hal itu membuat Bella bergerak gelisah. Ian yang kurang puas, dia meremas kencang d**a Bella dengan tangan kiri. Dan tangan kanannya semakin menjadi meremasi aset bawa

