Setelah kejadian kemarin, Bella tampak lebih banyak diam. Ian tidak ada niatan untuk membujuknya dan justru balas bersikap dingin. Bella tidak masalah, ini lebih baik daripada mereka harus berdebat. Bella merebahkan tubuhnya di sofa dan memainkan smartphonenya. Ian tengah sibuk di ruang kerja, jadi dia bisa bersantai sebelum nanti melakukan perang dingin lagi dengan Ian. Bella memainkan game rumah online. Sedang asik bermain, telpon dari Jesse masuk. Bella lantas berhenti bermain dan menerima panggilan Jesse. “Iya Jesse?” “Kak, bisakah Kakak ke rumah sakit?” Bella bangkit dan membenarkan posisi duduknya. “Ada apa?” “Aku enggak bisa bilang, tapi Kakak harus ke sini sekarang.” “Jesse, jangan menakuti Kakak.” “Ini baik-baik saja, hanya saja Jesse rasa Kakak harus ke sini.”

