Hari-hari telah berlalu, kehidupan rumah tangga Bella dan Ian, tetaplah seperti itu, tidak ada perubahan apapun. Terkecuali, akhir-akhir ini Ian tidak bisa meminta jatah karena Bella sedang red day. Bella tentu merasa aman, sedangkan Ian uring-uringan sendiri karena tidak dapat jatah main. Bella berbaring di sofa dengan nyaman, memang tidak ada hari paling nyaman dan aman seperti sekarang. Bella tersenyum senang, karena dia bisa terbebas dari keegoisan Ian. Meski untuk sementara, tetapi tidak apa-apa, Bella merasa senang dengan hari-hari kebebasannya. Bella memainkan smartphonenya. Sedang asik menscroll media sosial, telpon dari Jesse masuk. Bella tentu saja langsung menerima panggilan dari Jesse. “Jesse, kenapa baru telpon?” Bella sudah langsung menerjang pertanyaan kepada adiknya.

