PART 61 MENGAPA KENYATAAN ITU HARUS MENYAKITKAN?

1015 Kata
Thalia berjalan masuk menuju restoran tempat janji temu mereka,berulang kali Thalia meremas tangan nya karena gugup,terakhir kali dia bertemu dengan Ibu saat di Apartemen dan saat itu pun pertemuan mereka tidak terlalu baik. Sepanjang malam tadi dia tidak bisa tidur karena teringat dengan perkataan ibu Regan,dia memikirkan semua hal yang mungkin terjadi nanti nya. Thalia tersenyum kikuk saat melihat ibu Regan yang telah menunggu nya di meja makan,Thalia menarik kursi di depan nya dengan pelan dan duduk di sana.ibu Regan melirik sebentar dan Kembali fokus ke handphone nya. “maaf tante,Thalia datang terlambat.” Ucap Thalia sopan,Thalia menatap ibu Regan yang terlihat santai,Wanita itu mengambil buku menu dan memberikan nya kepada Thalia. “Pesan lah makanan yang kamu,saya tidak tahu makanan kesukaan kamu.” Ucap nya datar. “Ah tidak usah tante.” Thalia menolak permintaan Ibu Regan,tapi saat melihat tatapan datar dari Ibu Regan membuat nyali Thalia menciut,dia memesan makanan dengan harga yang paling murah. Ibu Regan mengangkat satu sudut bibir nya melihat pesanan Thalia,”Kamu bisa memesan makanan paling mahal di sini,saya bisa membayar itu.” Ucap nya sinis. “ah bukan begitu maksud saya begitu tante,kebetulan makanan itu kesukaan saya.” Jelas Thalia tapi ibu Regan malah tersenyum sinis. “Pemilihan makanan kamu menunjukkan level kamu sekarang.” SIndir nya,tapi Thalia hanya diam.Dia meremas tangan nya berkali kali mengurangi kegugupan nya.Sejak kedatangan nya ibu Regan tidak ramah sama sekali,ah bukan sejak kedatangan nya di restoran tapi semenjak dia di Apartemen,ibu Regan tidak pernah memberikan senyum tulus kepada nya hanya tatapan sinis dan merendahkan. Ibu Regan Kembali tersenyum,dia menarik gelas wine dan meminta bersulang dengan Thalia,Thalia melebarkan mata nya terkejut cepat cepat dia mengambil gelas wine nya dan membalas nya. “Kamu pacar Regan kan?” Ucap Ibu Regan setelah meminum seteguk wine nya.Thalia tersenyum lebar lalu mengangguk. “Sudah berapa lama?” “sekitar 4 tahun tante.” “Apa saja yang sudah dia beri?” Thalia mengerutkan kening nya bingung,dia lalu menunduk dan melihat cincin pemberian Regan.Ah mungkin maksud ibu Regan adalah ini. “Regan membelikan saya cincin dan kalung ini tante.” Thalia menunjuk cincin dan kalung pemberian Regan.Ibu Regan melihat cincin dan kalung itu lalu mengangguk. “Baiklah,saya akan langsung saja mengatakan alasan saya meminta kamu untuk bertemu.” Thalia meneguk air liur nya,aura yang di keluarkan ibu Regan benar benar mengintimidasi sekarang. “Kamu jauhi Regan.” Ucap nya datar. Thalia terdiam,”Maaf tante?” “Saya rasa ucapan saya sudah jelas,kamu harus jauhi Regan,dia akan menikah sebentar lagi.” Lidah Thalia menjadi kelu,badan nya membatu seketika.Seperti ada bogam besar yang menimpa kepala nya,tidak,tidak mungkin kan yang di katakan Bella itu benar? “Maaf tapi apa alasan saya harus menjauhi Regan?” nada bicara Thalia hampir bergetar,tapi dia berusaha sekuat mungkin agar tidak terlihat,Thalia tidak ingin terlihat lemah di hadapan ibu Regan. Ibu Regan tertawa remeh,dia memandang Thalia dengan tajam.”Seharus nya dari awal kamu sudah sadar,jika kamu dan Regan itu tidak sebanding.Kamu hanya anak orang miskin yang bercita cita menjadi ratu di istana.” Ah,Thalia benar benar terdiam dia tidak tahu alasan ibu Regan mengatakan ini kepada nya sekarang,tapi dia tersakiti atas ucapan ibu Regan,wanita itu mengatakan nya seakan Thalia adalah sampah. “Tapi bukan nya tante merestui hubungan kami?” Thalia masih berusaha menyakini yang di katakan ibu Regan hanya lelucon belaka. “Saya tidak pernah merestui hubungan kalian,saya tidak sudi putra saya berhubungan dengan orang yang tidak sebanding dengan nya.” Thalia meremas telapak tangan,berusaha menahan air mata yang keluar.Dia memandang ibu Regan lurus.Tidak kali ini dia tidak boleh menangis di hadapan wanita ini. “Regan yang bilang begitu ke kamu?” Thalia hanya diam,dia mengatup kedua bibir nya. “dasar anak itu.” Gumam Ibu Regan,dia menghela nafas lalu mengeluarkan sebuah cek dari tas nya. “Tulis lah berapa pun yang kamu,dengan syarat jauhi Regan dan katakan jika kamu membenci dia!” Thalia menunduk melihat cek kosong di depan nya,perlahan air mata keluar tapi dengan cepat dia hapus. “Saya tidak akan menerima ini.” Thalia Kembali menyerahkan cek itu kepada ibu Regan,dia tersenyum sedih menatap ibu Regan dengan sendu. “Perasaan saya kepada Regan tulus,mungkin saya dan Regan tidak sebanding tapi cinta saya untuk Regan tidak berdasar apapun.” Ibu Regan Kembali tersenyum remeh,”Kamu pikir di dunia ini hanya berpusat kepada cinta?” Thalia menggeleng,”Tidak,tapi cinta adalah salah satu alasan kenapa suatu ikatan itu bisa bertahan lama.” Thalia bangkit dari duduk nya lalu membungkuk kepada ibu Regan,”Maaf saya tidak bisa mengatakan nya kepada Regan.” “kamu rela kehilangan segala nya demi Regan?” Ibu Regan mendongak menatap Thalia dengan tajam,Thalia mengangguk yakin. “Saya rela untuk kehilangan semua nya.” Ibu Regan tersenyum sinis sebelum menatap Thalia lagi,”Baiklah jika itu pilihan kamu,tapi kamu harus tahu jika Regan dan pasangan nya akan tetap menikah dalam waktu dekat ini.” Thalia berusaha tersenyum kuat mendengar nya,”terimakasih atas berita nya.” Setelah mengatakan itu Thalia langsung berbalik menuju pintu luar. Hati nya benar benar sesak sekarang,bahkan untuk berpijak pun Thalia tidak sanggup.Dia masih mencoba tidak mempercayai apa yang telah dia dengar tapi terasa mustahil,sekuat apapun dia mencoba menyangkal tapi kenyataan nya berbanding terbalik. Thalia bersandar di dinding,dia melihat handphone nya ada satu panggilan dari Regan. Ting “sayang,kamu ada di mana?” Tangis Thalia semakin histeris setelah membaca pesan dari Regan,kata sayang yang pria itu sering ucapkan sekarang terasa duri di hati nya,Thalia tidak tahu apa yang harus dia Yakini.Meyakini perkataan ibu Regan dan Bella atau tetap percaya kepada Regan. Ting “Thalia katakan kamu di mana sekarang? Aku akan jemput.” Ting “Balas sayang” Thalia tersenyum pahit melihat pesan Regan,rasa nya semua itu tidak ada arti nya lagi. “Kenapa kamu nggak bilang dari awal Re? kenapa harus berbohong?” Thalia berucap pelan,sekarang hati nya benar benar sesak. Mendengar kebohongan Regan membuat nya semakin hancur,pria itu menyembunyikan segala nya dari nya serapi ini. Thalia tahu jika dia tidak sebanding dengan Regan,pria itu memiliki segala nya di dunia ini tidak seperti diri nya yang harus berjuang untuk mendapatkan nya.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN