“Sayang angkat badan kamu.” Regan berusaha menarik pakaian Thalia.
“Re aku ngantuk.” Thalia hanya bergumam lalu menggulingkan badan nya ke samping menghadap Regan.Regan melotot saat melihat pemandangan di depan nya.
Dia Kembali menarik nafas nya menormalkan detak jantung nya.
“Re kamu sedang apa?” Ucap Thalia serak,dia membuka mata nya perlahan lalu tersenyum melihat Regan yang di depan nya.
Dia mengulurkan tangan nya meminta Regan untuk memeluk nya,Thalia masih belum sadar jika pakaian nya sudah terbuka.
“Re peluk.” Ucap nya manja,Regan menghela nafas nya lalu menunduk untuk memeluk Thalia.
“Kamu tahu Re,aku mimpi kamu ninggalin aku untuk menikah dengan yang lain.” Thalia tidak mengarang dia memang bermimpi jika Regan meninggalkan nya untuk menikah dengan Bella,tapi Thalia tidak ingin mengatakan siapa orang itu kepada Regan.
Badan Regan menjadi kaku saat mendengar nya,dia mendongak menatap wajah Thalia yang menatap lurus ke atas.
“Aku takut hal itu benar benar terjadi.” Lanjut nya,perlahan air mata Thalia keluar dari pelupuk nya,dia tidak tahu kenapa akhir akhir ini dia menjadi sangat sensitive.
Regan menopang badan nya dengan siku menatap Thalia yang terlihat sedih,dia menjulurkan tangan nya dan menghapus air mata Thalia yang keluar.
“Jangan menangis,aku tidak suka melihat kamu menangis seperti ini.” Regan menatap Thalia dengan lembut,dia tersenyum mencoba menenangkan Thalia.
“Jika hal itu benar Benar terjadi,aku harus bagaimana Re?” Thalia menatap Regan tepat di bola mata nya,tiba tiba perkataan Bella mengingatkan nya.
“Tidak,itu tidak akan terjadi.”
“Kamu yakin? Tidak ada rahasia yang kamu sembunyikan sekarang?”
Regan terdiam menatap Thalia,dia tersenyum mendekati Thalia dan mencium Wanita itu tepat di bibir nya.Thalia melebarkan mata nya tapi tetap menerima nya.
Ciuman mereka kali ini sangat lembut,tangan Thalia pun sudah melilit leher Regan,tidak ada paksaan sama sekali.mereka benar benar menikmati seakan tidak hari untuk besok.
“aku suka wangi kamu,sejak kita bertemu itu tidak pernah berubah.” Ucap nya serak,Thalia tersenyum malu wajah nya dia tundukkan tapi di tahan oleh Regan lagi.
Lagi Regan Kembali mendekatkan kepala nya dan mencium Thalia lagi,dia Benar benar menahan ini dari awal dan sekarang Thalia menggoda nya seperti membuat Regan tidak bisa menahan nya.
Thalia menikmati ciuman nya dengan Regan,tapi ada sesuatu yang mengganjal nya yaitu udara ac menusuk perut nya padahal dia memakai kemeja,seharusnya Thalia tidak kedinginan seperti ini.Di tambah tangan Regan yang bersentuhan langsung dengan kulit nya membuat Thalia sadar.
Dengan cepat dia melepas ciuman nya dan menunduk melihat pakaian nya,betapa terkejut nya saat melihat pakaian nya sudah terbuka dengan sempurna hanya meninggalkan pakaian dalam.
“Kyaa” Thalia beringsut ke belakang menarik selimut dan menutupi badan nya.
“Ini tidak seperti yang kamu pikirkan Lia.” Regan menjadi panik saat Thalia sadar.
“Lalu bagaimana pakaian aku bisa terbuka seperti ini?”
Regan menggaruk kepala nya bingung,”waktu itu aku sudah membangunkan kamu berulang kali tapi kamu tetap tidak bangun,karena pakaian kamu kotor bekas muntahan jadi terpaksa aku melepas nya.”
“Kenapa kamu nggak izin dulu?” Thalia menatap Regan kesal bercampur malu,aish pria itu membuat Thalia sangat malu.
“Aku sudah izin ke kamu,tapi kamu nya tidur.Karena ku kira kamu nggak bakal bangun jadi aku yang menggantikan nya.”
Thalia menyipitkan mata nya menatap Regan,sekarang pipi dan telinga nya memerah mendengar perkataan Regan.Thalia menggeser badan nya ke samping dan bangkit dengan selimut yang melilit badan nya.
“Sayang mau kemana?”
“mau mandi!”
“Kenapa nggak bareng aja?”
“Regan!” teriak Thalia kesal,sedangkan Regan hanya tertawa puas mendengar teriakan kesal Thalia.
*
Regan pelan pelan melirik kepada Thalia yang cemberut,Wanita itu makan dengan wajah cemberut nya.Sejak pagi pagi Regan sudah menyiapkan sarapan untuk Thalia sebagai ucapan permintaan maaf,walaupun hal ini tidak sepenuh nya salah diri nya tapi Regan tidak ingin memperpanjang masalah jadi dia memutuskan untuk membuat sarapan.
“Bisa nggak sih,nggak usah lihat lihat seperti itu?” Thalia mengangkat wajah nya dengan tatapan kesal,dari awal dia makan Regan tidak henti melirik nya dan membuat Thalia sedikit risih,jantung nya berdegup dengan kencang dan Thalia tidak suka itu.
“Kamu cantik.”
Thalia mendengus,Regan jelas jelas berbohong mana ada wajah baru bangun tidur di sebut cantik.
“jangan ngarang deh Re.”
Regan menggeleng lalu tersenyum,”Aku tidak berbohong wajah kamu benar benar cantik,walaupun belum mandi.”
Blush,pipi Thalia memerah karena gombalan Regan,ah sial gombalan seperti saja mampu membuat diri nya salah tingkah.
“omong omong Michel dan Kyla benar benar akan menikah?”
Regan sudah tahu tentang apa yang terjadi pada Michel dan Kyla,tapi hanya beberapa dia tidak tahu cerita lengkap nya.
Thalia mengangguk,”Mereka harus menikah secepat nya,kata Kyla minggu ini mereka bakal nikah tapi secara kekeluargaan saja dulu.”
Regan mengangguk setuju,memang seharus nya Michel dan Kyla untuk menikah,tidak baik untuk mereka menunda nunda apalagi dengan keadaan Kyla yang sedang hamil.
“lalu setelah menikah nanti gimana?”
Thalia mengangkat kedua bahu nya,”Tidak tahu,mungkin Kyla jadi ibu rumah tangga.”
“Serius?” Ucap Regan terkejut,dia tidak menyangka jika Kyla akan melepaskan gelar nya begitu saja dengan menjadi ibu rumah tangga.
Thalia meletakkan sendok dan garpu nya lalu memandang Regan,”Setelah lulus Michel akan meneruskan usaha ayah nya,jadi tidak ada masalah jika Kyla hanya diam di rumah.” Jawab Thalia,Regan terdiam ah dia lupa jika orang tua Michel sangat kaya jadi tidak heran jika Kyla memutuskan untuk tetap di rumah saja.
“Re kamu ta-“
Drt..Drt…Drt..
Perkataan Thalia terhenti saat mendengar suara telpon,dia bangkit dan mengambil handphone nya yang berada di dalam kamar.Alis nya mengkerut saat mendapat nomor asing.
“Halo?” ucap nya ramah.
“Halo,saya ibu Regan.”
Thalia terdiam lalu membulatkan mata nya terkejut,tunggu ibu Regan tahu dari mana nomor handphone nya?
“Ini dengan Thalia?” tanya nya lagi.Thalia mengangguk cepat.
“Iya tante ini Thalia.”
“Kamu ada waktu hari ini? Saya ingin bicara dengan kamu sebentar.”
Thalia diam,dia merasa aneh saat ibu Regan menghubungi nya secara mendadak seperti ini.
“Bisa tante,kebetulan Thalia hari ini tidak ada jadwal kuliah.”
“Baiklah,nanti saya kirim pesan untuk tempat nya.”
“Baik tan-“
Thalia menatap handphone nya,sambungan nya terputus begitu saja bahkan diri nya belum mengucapkan salam penutup.