PART 59 PESTA

1061 Kata
Bella masuk ke dalam restoran tempat mereka janjian untuk bertemu,dia mengedarkan pandangan nya dan melihat ibu Regan yang sedang duduk dengan elegan nya,Wanita itu walaupun sudah berumur tapi harus Bella akui jika karisma elegan nya masih terlihat jelas,wajah Ibu Regan dan Regan tidak beda jauh sama sama pelit senyum. Bella ingat saat dia kecil dulu,dia sangat jarang melihat Ibu Regan untuk tersenyum,bahkan Wanita itu lebih sering menunjukkan wajah judes nya daripada senyuman nya. “maaf,Bella terlambat tante.” Ucap Bella ramah,dia menarik kursi di seberang kursi ibu Regan. “Tidak apa apa sayang,lagipula tante baru sampai juga.” Ibu Regan menarik minuman dan meminum nya,Bella memperhatikan itu dia tersenyum kecil,aura yang di keluarkan ibu Regan benar benar mencekam. “Bagaimana,apa Regan masih bersama dengan Wanita itu?” Ibu Regan memandang Bella tajam,hingga membuat Bella sedikit gugup. Bella terdiam lalu mengangguk perlahan,”Kamu belum berhasil memisahkan mereka?” Bella mengangguk lagi,terdengar helaan nafas dari ibu Regan,”Kenapa?” tanya nya tajam. “Maaf,tapi Bella sudah berusaha untuk memisahkan mereka,tapi seperti nya tidak semudah itu.” Jawab Bella,dia sebenarnya tidak ingin untuk membicarakan hal ini,setiap kali dia mencoba memisahkan hubungan Regan dan Thalia dan setiap itu juga dia merasa bersalah. Ibu Regan Kembali menyesap minuman nya,”Tidak apa apa,lagipula kalian akan segera menikah.” Bella hanya diam tidak menjawab perkataan ibu Regan lagi,sebenarnya dia tidak ingin ini terjadi.Setiap kali Bella melihat pandangan Regan menatap Thalia itu sedikit menyakiti nya,pria itu benar benar tulus kepada Thalia. * “Bersulang.” Thalia mengangkat gelas wine dan langsung meminum nya,semua nya minum kecuali Kyla karena dia sedang hamil,walau Kyla tidak menginginkan kehamilan ini tapi dia tidak ingin menyakiti bayi nya hanya karena kekesalan nya. “akhirnya setelah perjuangan 4 tahun akhirnya kita lulus.” Kyla tersenyum senang,dia mengambil beberapa daging dan memakan nya. “Hmm daging nya enak banget,coba kamu rasain Thal.” Thalia mengangguk,dia mengambil daging yang telah di panggang dan memakan nya,Thalia menutup mata nya merasakan enak nya daging yang dia kunyah.Memang Michel paling ahli dalam memanggang daging. “Setelah lulus ini mau gimana? Lanjut lagi atau?” Kyla memandang Thalia dan Regan bergantian,Thalia menghentikan kunyahan nya dan menatap Kyla. “Hm seperti nya lanjut,lagipula aku harus menunggu Regan selesai lebih dulu.” Thalia tersenyum canggung,dia melirik kesamping Regan yang hanya diam. “Kamu sendiri bagaimana Re? setelah lulus kedokteran mau ngambil spesialis?” Regan mengangguk,”Mungkin lanjut spesialis setelah lulus.” Jawab nya singkat,Thalia memandang Regan lalu tersenyum mengerti. “Kamu sendiri bagaimana? Kapan nikah sama Michel?” bisik Thalia,Kyla mendengus dia menoleh ke Michel yang masih sibuk memanggang daging nya. “Pria itu nggak bakalan peka.” Kyla mendengus kesal,tidak ada usaha dari Michel sama sekali untuk memperbaiki hubungan mereka. “Tapi dia mau tanggung jawab kan?” Kyla mengangguk kecil,iya Michel memang ingin bertanggung jawab tapi Kyla tidak ingin pernikahan mereka hanya di dasari oleh tanggung jawab,dia ingin semua itu berdasar cinta. * “Aku akan mengantar Thalia pulang ke kos dulu.” Regan memegang badan Thalia yang sempoyongan,beberapa kali Wanita itu hampir menabrak dinding. “Kamu yakin? Dia bisa saja tidur di sini.” Regan menggeleng,dia melirik ke arah Kyla yang tertidur lelap.dia tersenyum kecil,Regan sudah tahu permasalahan Kyla dan Michel sekarang dan dia ingin memberiwaktu kepada dua orang itu. “Tidak apa apa,aku bisa mengantar nya.” Michel menatap Thalia yang sedang meracau lalu mengangguk,”Hati hati.” Regan mengangguk paham,dia membopong badan Thalia pergi ke mobil nya. “Re kenapa pulang?” Thalia membuka sedikit mata nya dan sadar jika dia sedang berada di dalam mobil Regan. “kita pulang,aku antar ke kos ya.” Thalia menggeleng kencang,dia duduk lalu melirik ke samping sambil memanyukan bibir nya. “Aku masih mau berpesta,kenapa kamu bawa aku pulang?” “Kamu sudah terlalu mabuk Lia.” Regan menoleh ke samping dan mengenggam tangan Thalia.Wanita itu memajukan bibir nya kesal. “Tapi aku bisa tidur di Apartemen Michel,kenapa kamu bawa aku pulang.” Thalia mulai merengek kepada Regan,dia menggoyangkan tangan Regan berkali kali. “Sayang dengar,aku ingin memberi waktu kepada Michel dan Kyla untuk membicaran masalah mereka bersama.” Regan mencoba menenangkan Thalia,Thalia menghempaskan badan nya ke kursi dengan kesal,Dia malas jika harus pergi ke kos. “Re,berhenti sebentar.” Thalia menutup mulut nya erat,dia memukul tangan Regan untuk berhenti,tiba tiba perut nya terasa tidak enak,melihat Thalia yang ingin muntah dengan cepat Regan meminggirkan mobil nya. “uwek” Regan mengusap tengkuk Thalia berulang kali,dia menyampirkan rambut Thalia dan membiarkan Wanita itu muntah. “Sudah enak?” Thalia mengangguk lemah,dia menunduk dan melihat pakaian yang sudah kotor. “Kita pulang ke Apartemen aku saja bagaimana?” Thalia mengangguk lemah,dia masuk ke dalam mobil Regan dan bersandar,sial gara gara dia banyak minum tadi hingga membuat perut nya tidak nyaman seperti ini. * Regan menghentikan mobil nya di basement dia menoleh ke samping,Thalia sudah tertidur dengan lelap.Regan mendekati badan Thalia dan menggoyangkan beberapa kali. “Sayang bangun,kita sudah sampai.” Ucap nya lembut,tapi Thalia masih tertidur dengan lelap nya.Regan tersenyum dia pun memutuskan untuk menggendong badan Thalia ke Apartemen nya. Dengan perlahan Regan meletakkan badan Thalia di kamar biasa Wanita itu menginap,Regan berjalan menuju lemari tempat Thalia meletakkan pakaian nya dan mengambil nya. “Lia,kamu harus mengganti pakaian kamu lebih dulu.” Regan menggoyangkan badan Thalia lagi,tapi Wanita itu tidak bergeming sama sekali.Dia menghela nafas nya menatap Thalia dari atas dan bawah,pakaian Thalia sangat kotor karena bekas muntahan tadi. Perlahan Regan menunduk dan berbisik,”Jangan salahkan aku jika aku yang mengganti pakaian kamu.” Bisik nya,Regan menunggu respon dari Thalia tapi Wanita itu tetap tidak bergeming. Dengan pelan Regan mulai membuka kancing pakaian Thalia,untung saja Wanita itu memakai kemeja jadi tidak sulit untuk melepas nya.Regan menguk air liur nya gugup saat melihat badan Thalia,sial mengapa Wanita itu tidak bangun juga saat seperti ini? Regan menarik nafas nya berulang kali mencoba menetralkan nafas nya,tangan nya menjadi gemetar sekarang,setelah selesai melepaskan pakaian Thalia sekarang bagian celana nya. Sekarang Regan harus mempersiapkan mental untuk cobaan yang lebih berat. “sayang,ayo bangun dulu.” Regan Kembali membangunkan Thalia,tapi Wanita itu hanya bergumam.untung saja kotoran sisa muntah nya hanya mengenai pakaian luar nya tidak sampai pakaian dalam,jika itu terjadi Regan tidak akan menjamin Thalia akan selamat pagi nya. Hey,Regan pria normal siapa yang tidak tergiur saat disuguhkan pemandangan seperti ini,tapi Kembali lagi Regan mempunyai prinsip untuk tidak merusak orang yang dia cintai.    
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN