bc

Crazy CEO Lover (Indonesia)

book_age18+
2.0K
IKUTI
58.4K
BACA
arrogant
confident
CEO
comedy
sweet
bxg
office/work place
enimies to lovers
first love
like
intro-logo
Uraian

"Tentang sebuah rasa yang tak lekang oleh waktu."

Orang bilang, waktu sanggup mengubah segalanya. Seperti ulat yang menjadi kupu-kupu, atau malam yang berganti siang. Namun, tampaknya pepatah itu tak berlaku pada hati yang terkekang masa lalu. Renjana, yang tersimpan di lubuk hati, telah bermetamorfosa menjadi berlian abadi. Satu nama menjadi pengunci.

Sepeninggal suaminya, Reina Prameswari membangun dinding tebal dan tinggi untuk melindungi harga diri dan janji setia. Namun, siapa sangka, benteng serupa Tembok Besar Cina itu dirobohkan oleh seorang pria dalam sebuah peristiwa tak terduga.

Ialah Alleando Julian, pemuja harga diri dan arogan, sialnya ... dia CEO yang tampan dan Alle sangat menjunjung tinggi itu.

Mereka berdua serupa kutub magnet. Saling tolak. Namun, ada kalanya perbedaan melekatkan mereka. Sangking dekatnya hingga membuat mereka muak.

Tak dinyana, takdir memaksa mereka bersatu dalam sebuah perjodohan.

Bagaimana jalan perjodohan mereka? Muluskah? Atau ....

Note:

Yang udah baca Soul Hunter, pasti tahu siapa tokoh dalam cerita ini. Thanks udah mampir. Jangan lupa tap love, ya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Prolog
Andai masa depan bisa diintip lewat cermin ajaib, tentu tak ‘kan ada kata kepahitan dalam kamus manusia. Semua kehidupan akan berjalan dengan manis, layaknya kisah dalam negeri dongeng. Putri baik hati bertemu dengan pangeran tampan berhati mulia, menjalin kisah cinta dengan kelembutan dan segala norma kesopanan. Putri yang tersipu malu, pangeran yang pandai merayu. Di saat itulah, sejuta sajak pujangga ‘kan mengalun merdu, bagai suara peri-peri penjaga kalbu. Namun sayang, ini bukanlah negeri dongeng. Ini adalah dunia dengan keangkuhan dan keegoisannya. Dunia yang dihuni oleh para pemuja harga diri dan privasi, tak sedikit pula yang menerapkan sikap arogansi serta tak peduli. Di sanalah dia tinggal. “Kara!” Seorang wanita muda terbangun dari tidurnya. Dia seperti pelari yang telah mengelilingi lapangan sebanyak sepuluh kali. Dewi Mimpi tampak tak bersahabat malam ini. Bayang masa lalu mengusik segunung kerinduan yang tak pernah terkikis masa. Tarikan napas panjang masih cukup efektif melonggarkan jalur pernapasan. Degup jantung wanita itu berangsur normal. Namun, tidak dengan kehampaan di hati. Wanita berpiyama kuning beranjak dari ranjang, menapakkan kaki menuju balkon. Embusan angin malam bermain riang di antara helai rambut, memeluk setiap jengkal raganya. Kesunyian hati masih menjadi alasan untuk tak membalas sapa alam. Dialah Reina Prameswari. Wanita berparas ayu, seputih kulit bengkuang. Hidup dengan keberanian yang menutupi kerapuhan. Satu tahun sudah, Reina menyusun barisan rindu, untuk sebuah nama yang telah melambaikan tangan pada getir dunia. Kara, lelaki yang telah menikahinya tiga tahun lalu. Dengan sebongkah tunas cinta dan keberanian, dia ungkapkan sejuta harap akan keluarga bahagia di depan penghulu dan sekelumit keluarga. Gadis manis yang tak ingin melihat kekecewaan kedua orang tua, hanya bisa tepekur. Membenamkan kuncup asa dalam lautan penantian. Beruntung, Kara adalah pria yang baik dan santun. Dia selalu memperlakukan Reina layaknya ratu dalam kerajaan yang dibangunnya. Namun, semua sikap manis itu tak jua mampu menumbuhkan benih cinta. Wanita berambut panjang hanya melakukan apa yang seorang istri lakukan. Membersihkan rumah, memasak, menyiapkan pakaian, tapi tidak untuk urusan ranjang. Ada yang bilang, bercinta tanpa cinta, tak akan terasa indah. Hanya akan menjadi sembilu penyayat hati. Mungkin pedoman inilah yang sedang direngkuh wanita itu. Tahun berganti, tapi Kara tak jua dilayani. Tak memaksa, lelaki itu sama sekali tak ingin melakukan apa yang tidak diinginkan oleh istrinya. Karena dia tahu, rasa itu belum ada. Atau bahkan mungkin ... tak akan pernah ada. *** “Sayang, waktuku tak banyak. Bisakah kamu mencintaiku sehari saja?” lirih Kara. Reina mendongak. Ada tanya yang membaur bersama rasa bersalah menumpuk di ujung mulut, membungkamnya erat. Lama dia mengamati air muka Kara, lalu memandang sekitar, mencari pengalihan. “Sayang, aku mohon. Aku lelah terbaring di sini. Berkencanlah denganku! Aku ingin duduk di bangku besi itu bersamamu, melihat barisan bintang hingga pagi menjelang.” Lelaki itu menggenggam jemari lentik. Hal biasa yang dia lakukan. Namun, entah mengapa terasa berbeda. Tangan Kara tak sehangat sebelumnya. Pria yang berdiri setegak pohon jati, tumbang sudah oleh pembunuh jutaan manusia bumi, kanker. Dalam hatinya, ada makhluk mungil yang berkembang biak dengan cepat, membuat organ rapuh itu semakin berteriak. Tubuh besar berlapis lemak, kini tinggallah tulang dan sekelumit daging yang bertahan. “Kara, tidak bisakah kita di sini saja? Aku mohon.” Lelaki itu melepas genggamannya, tak segan pula membuang muka. “Berhentilah iba padaku! Serapat itukah hatimu hingga tak bisa kusinggahi barang sedetik?” Genang air mata terjun sudah, melintasi pipi tanpa rona merah. Semakin dalam dia menunduk, seakan tak punya keberanian untuk menatap raut kekecewaan pria di depannya. Benarlah jika cinta tak bisa dipaksa. Bukan hanya sekali Reina berusaha untuk melihat cinta di mata Kara dan berharap bisa membalasnya. Semua kebaikan hati dan kelembutan sikap lelaki itu, tak pernah sedetik pun luput dari pandangan. Akan tetapi, entah apa gerangan yang mengunci bilik hatinya hingga sedikit pun celah tak tercipta. “Aku mencintaimu,” ucap Reina, “sembuhlah! Agar aku bisa mencintaimu lebih lama lagi.” Kara mengelus puncak kepala istrinya. Dia tahu, itu hanya sebatas kepalsuan. Kepalsuan yang menyenangkan. Untuk pertama dan terakhir, dia mendengar kata cinta mengalun meski tak seindah lantunan irama surga. “Terima kasih, Rei.” Lengking suara monitor hemodinamik dan saturasi yang terletak di dekat pasien, mengejutkan Reina. Tak lagi ada irama yang mengalun. Satu nada, hanya satu nada yang tak terputus. *** Tes ombak, hehe.. Welcome di cerita ketigaku. Hope you like this story, Genks. Jangan lupa tap love jika kamu suka dengan cerita ini.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Perfect Marriage Partner

read
821.4K
bc

Super Psycho Love (Bahasa Indonesia)

read
88.6K
bc

Just Friendship Marriage

read
515.3K
bc

Istri Simpanan CEO

read
214.5K
bc

Marry The Devil Doctor (Indonesia)

read
1.2M
bc

My Ex Boss (Indonesia)

read
3.9M
bc

Aira

read
93.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook