Chapter 12. Sweet Memories

1439 Kata

"Kenangan terindah, tak kan lekang oleh waktu" -Anonimous- ---------- "Kalau begitu, kencanlah denganku?" Aliran darah dalam jantung Reina, terhenti total. Kalimat ajakan itu seakan-akan mendobrak dinding kewarasannya selama ini. Kencan. Itu permintaan terakhir Kara. Seratus persen ingatan Reina flashback ke masa itu. Saat-saat terakhir yang menjadi kenangan terindah sekaligus menyesakkan d**a. Dia duduk bersanding dengan Kara. Saling menatap bersama sejuta kata yang terucap lewat setiap gerak lensanya. Wanita itu tersenyum, berbanding terbalik dengan iris madunya yang berselimut setumpuk air jernih. Ada kebahagiaan yang menyembunyikan tangis. Reina, terlihat jelas ada luka menganga dalam hatinya. Namun ,dia tetap berusaha untuk tersenyum, demi sosok yang hanya berjarak beberapa sen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN