Bab 27. Dijemput Papa

737 Kata

Pandu ikut-ikutan mencium pipi Anik setelah Ceci mencium pipinya karena baru saja menyelesaikan sesi akhir sekolah siang ini. “Haha, Pandu nggak mau kalah dia sama aku?” kata Ceci, dan Pandu yang senyum-senyum malu. Anik gemas melihat kedua anak asuhnya yang selalu menyenangkan hati dan perasaannya di hampir setiap hari, anak-anak yang sehat dan ceria, penurut dan sopan. “Hmmm, aku suka dekat Mbak Anik, Mbak itu wangi banget, kok bisa ya?” “Kan pake parfum,” sela Pandu. “Mbak Anik nggak pake parfum,” elak Ceci, yakin bahwa Anik tidak memakai parfum. “Mbak itu mandi yang bersih, pake parfum dikit,” ujar Anik, lalu mencium kepala Ceci dan Pandu bergantian. “Hm, kita pulang ya?” “Ah, males banget pulang, Mbak,” keluh Ceci. “Kok?” “Udah lama nggak ngemall. Papa dan mama sibuk terus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN