“Papa ajak ke kantor Papa,” usul Seno tiba-tiba yang masih menggendong Pandu dengan perasaan bangganya. Anik heran, juga Ceci dan Pandu. “Ngapain ke kantor Papa?” “Main-main. Ini akhir pekan. Mau lihat kantor Papa?” ujar Seno lagi. Ceci dan Pandu sama-sama terlihat heran, dan Anik yang langsung menyadarinya. “Kenapa, Ceci?” tanya Anik pelan saat mereka sudah berada di dalam mobil menuju kantor Seno. “Papa nggak pernah mau ajak ke kantor, ini baru pertama kali, Mbak Anik,” jawab Ceci berbisik. “Oh, begitu. Hm, kamu … senang?” Ceci mengangguk tersenyum. “Aku senang, mau liat kantor papa.” “Oh.” Anik menoleh ke Pandu yang bersenandung sendiri, dan anak itu menyanyikan lagu yang dia bawakan saat perform tadi di panggung sekolah. Tiba-tiba ponsel Anik berbunyi, dan Anik kaget. Ann

