Seno senang melihat anak-anak yang menghabiskan waktu di ruang kerjanya, dia malah bersemangat bekerja, meskipun hari itu adalah awal akhir pekan. Tidak banyak pegawai yang masuk hari itu dan hanya beberapa pegawai pilihan yang mau bekerja, terutama pewagai muda yang belum berkeluarga. “Ya, Wita?” Seno menyambut kedatangan Wita ke ruang kerjanya, dan sekretarisnya itu agak terkejut melihat anak-anak Seno sedang makan-makan, dia sempat melihat Anik yang juga sedang makan. “Laporan keuangan perusahaan minggu ini, Pak Seno.” Seno menerima lembaran dokumen dari tangan Wita, dan meletakkannya di atas meja kerjanya. “Oh ya, Pak. Kata pak Nugi dia sebentar lagi ke sini, ada laporan bagus dari BSD, ada pihak yang hendak menyewa lahan yang Bapak beli.” “Oh, itu berita yang sangat bagus. Di

