Benar-benar bodoh

1082 Kata

"La, kamu bisa gak ke Rumah sakit?" "Buat apa? Kemarin kan kita udah ke sana." "Berkas ini harus di tandatangani oleh Nyonya. Karena Pak Fardi gak ada, jadi ya apa boleh buat. Lagian Nyonya kan pemilik perusahaan ini." Lola nampak berpikir, Radit ini memang ada-ada saja. Kenapa bukan dia saja yang ke sana? "Nggak ah, kamu aja yang minta tandatangan sama Nyonya," jawab Lola setelah dia memikirkan dengan matang. "Lah, kenapa?" tanya Radit tah paham. "Aku malu." "Malu?" Lola mengangguk cepat dengan wajah merah seperti tomat. Sepertinya gadis itu tengah membayangkan seseorang. "Malu kenapa? Oh, my. Pasti karena dokter Rey kan?" Lola malah tersipu, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Idih, kan, kan. Lagian itu dokter udah ada yang punya, La. Kenapa lo yang kesemsem?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN