"Hei." Rey sengaja mengikuti Lola dari belakang, sepertinya gadis ini mencurigakan. Rey memutuskan untuk menyapanya sehingga gadis itu nampak terkejut oleh nya. Dasar Rey. "Ah, dokter. Ngagetin aja." Lola hampir melompat saking terkejutnya. Lola malah menutup matanya rapat. 'Kenapa aku malah ketemu sama dokter ini lagi sih. Bete deh.' batin Lola. "Mau kemana bawa map itu? Ini bukan perusahaan, ini itu Rumah Sakit." Rey menolak kehadiran gadis cantik berkucir satu itu. Lola memekik, "Ih, apaan sih. Aku cuma mau ketemu sama Nyonya, bukan mau ketemu sama dokter!!" Lola mengatur napasnya yang tak beraturan. Sepertinya dia begitu kesal dengan Rey. Kenapa bisa? Rey bahkan terkejut mendengar suara Lola yang melengking itu, dia celingukan sambil tersenyum ke arah orang yang melihatnya

